Selasa, 08 September 2009

Gambar Pesawat Jatuh

Lettu Erwin yang menantu seorang jenderal bintang satu di lingkungan TNI-AL itu mengalami luka sangat serius pada bagian wajah dan kepala. Darah yang keluar banyak. Lettu Syaiful, meskipun masih bisa berjalan, mengalami luka memar pada bagian bibir dan wajah. Serma Sodikin diduga mengalami patah tulang sehingga tidak bisa berjalan dan harus ditandu dari speedboat menuju ambulans.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul mengatakan, kejadian itu bermula ketika Nomad P-837 itu berangkat dari Tarakan sekitar pukul 11.00 Wita untuk melakukan patroli maritim dan perbatasan. ''Patroli itu biasanya memakan waktu sekitar 3 jam,'' katanya kepada Jawa Pos di Jakarta kemarin (7/9).

Pesawat tersebut, kata Iskandar, kemudian mendarat di Bandara Long Apung untuk mengumpulkan data intelijen maritim. Saat hendak bersiap terbang lagi, sejumlah penumpang sipil ikut. Mereka beralasan kesulitan transportasi. Pilot pun meluluskannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar